Lewati ke konten

Interest Journalism

1 menit baca
Bagikan: WhatsApp Facebook X
Gambar Ilustrasi Seorang Jurnalis sedang menulis naskah di meja kerjanya.(resources ditulis).

Ia terbiasa membongkar cerita orang lain. Menelusuri fakta, menguji keterangan, dan mencari jawaban atas peristiwa yang sengaja atau tidak sengaja disembunyikan. Tetapi ketika pengkhianatan datang dari orang yang dicintainya sendiri, semua kemampuan itu seolah kehilangan arti. Ia tahu cara mencari kebenaran, tetapi tak pernah benar-benar siap menerima kenyataan.

Sebagai jurnalis, hidupnya tidak pernah jauh dari cerita. Telepon berdering pada jam-jam yang tak menentu. Pesan masuk dari narasumber. Berita harus segera ditulis, sementara peristiwa terus bergerak tanpa menunggu seseorang selesai beristirahat. Ia terbiasa mengejar waktu, bahkan mengorbankan kesempatan untuk sekadar duduk tenang bersama keluarga.

Ia memahami bahwa pekerjaannya menuntut ketekunan. Ada kepentingan publik yang harus dilayani, ada fakta yang perlu disampaikan, dan ada suara masyarakat yang tak boleh tenggelam. Ia memilih jalan itu bukan karena kehidupan menjanjikan kenyamanan, melainkan karena ia percaya bahwa cerita yang benar layak diketahui.

Bagikan: WhatsApp Facebook X
Dtulis

Tulis komentar