Interest Journalism
Ia terbiasa membongkar cerita orang lain. Menelusuri fakta, menguji keterangan, dan mencari jawaban atas peristiwa yang sengaja atau tidak sengaja disembunyikan. Tetapi ketika pengkhianatan datang dari orang yang dicintainya sendiri, semua kemampuan itu seolah kehilangan arti. Ia tahu cara mencari kebenaran, tetapi tak pernah benar-benar siap menerima kenyataan.
Sebagai jurnalis, hidupnya tidak pernah jauh dari cerita. Telepon berdering pada jam-jam yang tak menentu. Pesan masuk dari narasumber. Berita harus segera ditulis, sementara peristiwa terus bergerak tanpa menunggu seseorang selesai beristirahat. Ia terbiasa mengejar waktu, bahkan mengorbankan kesempatan untuk sekadar duduk tenang bersama keluarga.
Ia memahami bahwa pekerjaannya menuntut ketekunan. Ada kepentingan publik yang harus dilayani, ada fakta yang perlu disampaikan, dan ada suara masyarakat yang tak boleh tenggelam. Ia memilih jalan itu bukan karena kehidupan menjanjikan kenyamanan, melainkan karena ia percaya bahwa cerita yang benar layak diketahui.
Berita Terkait
Burung Bidadari Halmahera Semioptera Wallacii
abarce – Burung Bidadari pantas digelari sebagai Si Genit dari Maluku Utara. Burung endemik Maluku yang memiliki nama ilmiah Semioptera…
Napak Tilas Alfano Wiklif Susu: Dari PAC Maba, DPRD, hingga Sekretaris DPC Demokrat Haltim
Kepergian Alfano Wiklif Susu meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah diisi. Di usia yang masih sangat muda, 37 tahun, perjalanan…
