Lewati ke konten

Interest Journalism

1 menit baca
Bagikan: WhatsApp Facebook X
Gambar Ilustrasi Seorang Jurnalis sedang menulis naskah di meja kerjanya.(resources ditulis).

Namun, di balik kesibukan tersebut, ada kehidupan pribadi yang tak selalu berjalan sebaik berita yang ia susun. Di sana ada seorang laki-laki yang ingin dicintai tanpa harus mencurigai, ingin dipercaya tanpa terus-menerus membuktikan diri, dan ingin pulang ke rumah tanpa membawa pertanyaan yang mengganggu pikirannya.

Ia pernah percaya bahwa pernikahan adalah tempat paling aman untuk meletakkan lelah. Bahwa setelah seharian berhadapan dengan persoalan orang lain, rumah akan menjadi ruang untuk memulihkan diri. Ia mungkin tak memiliki banyak waktu, tetapi ia berharap kesetiaan bisa menjadi sesuatu yang tak perlu terus-menerus dipertanyakan.

Lalu pengkhianatan mengubah cara pandangnya bukan hanya kepercayaannya kepada pasangan yang terguncang. Ia juga mulai memeriksa kembali ingatannya sendiri. Percakapan lama, janji yang pernah diucapkan, dan momen-momen yang dahulu tampak biasa mendadak memperoleh makna berbeda. Ia bertanya-tanya, sejak kapan sesuatu berubah? Bagian mana dari kehidupannya yang selama ini tak ia ketahui?

Pertanyaan itu tak selalu menemukan jawaban. Bahkan seorang jurnalis, yang pekerjaannya mengumpulkan fakta untuk menyusun kesimpulan, tidak selalu bisa memperoleh penjelasan yang memadai atas persoalan paling pribadi dalam hidupnya.

Bagikan: WhatsApp Facebook X
Dtulis

Tulis komentar